This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Taman Kesehatan Anak. Show all posts
Showing posts with label Taman Kesehatan Anak. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Kebutuhan Tidur Anak

Dari sudut pandang medis serta kesehatan bahwasannya tidur ini merupakan keadaan khusus dari kewaspadaan otak. Tidur terdiri dari dua komponen: Rapid eye movement (REM) dan non- REM atau yang disebut dengan tidur gelombang lambat. Pada tahap REM aktivitas korteks cukup intensif, sedangkan non- REM disifatkan dengan hilangnya aktifitas korteks yang digambarkan dengan amplitudo yang besar berfrekuensi rendah pada osilasi elektroensefalografi (EEG). Satu siklus tidur yang lengkap pada orang dewasa berlangsung sekitar 90 menit, tetapi pada anak, terlebih bayi berlangsung lebih singkat lagi.

Berbagai manfaat faedah tidur dapat kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari pula. tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin, selama tidur tubuh akan bisa menyimpan energi. Demikian pula tidur bagi anak. Kebutuhan tidur anak bayi tentunya berbeda dibanding kebutuhan tidur orang dewasa, baik dalam hal kualitas dan juga kwantitasnya.

Jam tidur anak yang baik dan sehat perlu pula diketahui oleh para orang tua. Kebutuhan tidur bagi bayi dan kebutuhan tidur bagi anak berbeda disesuikan dengan umurnya pula. Usia 0-2 bulan jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 10,5 - 18 jam / hari. Usia 2-12 bulan jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 14-15 jam / hari. Usia 1-3 tahun jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 12-14 jam (Tidur siang 1,5 - 3,5 jam) / harinya. Usia 3-5 tahun jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 11-13 jam / hari, Usia 5-12 tahun jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 10-11 jam/ hari. (www.idai.or.id).

Pola Kebutuhan Tidur Anak

Sebagai orang tua, kita jangan sekali-kali meremehkan apa yang dinamakan dengan kebutuhan tidur bayi dan anak ini. Karena, saat tidur pertumbuhan otak balita (bayi di bawah 5 usia tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengkonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jantung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia dalam keadaan terbangun. Demikian yang pernah di ulas oleh salah satu kawan blogger dalam artikelnya yang berhubungan dengan kebutuhan tidur anak.

Gangguan pola tidur anak dan efek kurang tidur bagi anak juga menjadi perhatian kita sebagai para orang tua. Ada beberapa dampak, yang hingga kini belum didefinisikan secara lengkap, di antaranya adalah gangguan pertumbuhan, kesehatan kardiovaskular, fungsi kognitif dan perilaku sehari-hari. Kemampuan akademik pada berbagai tingkatan usia juga dapat dipengaruhi oleh gangguan tidur anak yang tidak terdiagnosis. Meskipun dampak dari gangguan tidur yang tidak disadari ini telah semakin jelas, namun masih sedikit penelitian yang telah dilakukan.

Dengan kita mengenal serta mengetahui akan pola tidur anak serta juga kebutuhan tidur bagi anak maka diharapkan bahwa tujuan agar kebutuhan tidur bisa tercepai sehingga pola perkembangan serta pertumbuhan sang anak akan bisa berjalan dengan baik dan sehat pula.

Thursday, December 6, 2012

Manfaat Pemberian ASI

Nutrisi dalam ASI mencakup hampir 200 unsur zat makanan. ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat – zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susu memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama ASI juga sangat kaya akan sari – sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan system saraf.

Pengertian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI dari seorang ibu kepada bayinya sampai dengan 4-6 bulan pertama tanpa tambahan makanan apapun. Jadi hanya diberikan ASI saja selama 4-6 bulan tanpa tambahan seperti susu formula, madu, air putih, sari buah, biskuit atau bubur bayi. Karena manfaat ASI begitu besar baik itu manfaat pemberian ASI bagi ibu maupun manfaat pemberian ASI bagi bayi itu sendiri.

Berdasarkan sebuah data dari sebuah Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Presentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 persen. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI Eksklusif masih relatif rendah. Terutama ibu bekerja, sering mengabaikan pemberian ASI dengan alasan kesibukan kerja. Padahal tidak ada yang bisa menandingi kualitas ASI, bahkan susu formula sekalipun.

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Hanya saja pengetahuan akan manfaat pemberian ASI eksklusif ini masih minim dalam budaya bangsa kita ini. Walaupun peningkatan akan hal pentingnya ASI buat bayi dan sang ibu juga mengalami peningkatan berkat dari pendidikan kesehatan yang sering pula dilakukan tenaga kesehatan kepada masyarakat.

Banyak yang belum terlalu mengerti dan memahami apa saja manfaat pemberian ASI Eksklusif ini atau bahkan karena ibu merasa tidak percaya diri untuk menyusui, ASI yang tidak keluar, ASI yang tidak mencukupi , kesibukan ibu menyusui, serta faktor sosial budaya yang terjadi di masyarakat sehingga bayi tidak mendapatkan ASI. Karena hal-hal tersebut biasanya para ibu berhenti memberikan ASI pada anak dan menggantinya dengan susu formula atau bahkan mungkin dari awal kelahiran memang hanya diberikan susu formula.

Beberapa manfaat ASI Eksklusif yaitu :
  1. Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik, terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan, selain juga bermanfaat bagi ibu. ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya.
  2. Pada umur 6 sampai 12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi, perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
  3. Mengurangi resiko bayi terkena diare dan muntah.
  4. Komposisi ASI ideal untuk bayi.
  5. Mengurangi kemungkinan terkena infeksi pada dada dan telinga, mengurangi resiko penyakit kulit, mengurangi kemungkinan terkena sembelit, sehingga berkurang juga kemungkinan bayi dirawat di rumah sakit.
  6. Mengurangi kemungkinan bayi mengalami masalah kegemukan di saat dewasanya sehingga juga mencegah penyakit diabetes dan penyakit yang terkait kegemukan.
  7. ASI disesuaikan secara unik bagi bayi manusia, seperti halnya susu sapi adalah yang terbaik untuk sapi. Sehingga tentunya komposisi ASI berbeda dengan komposisi susu formula.
Tadi beberapa dari manfaat ASI dari berbagai macam manfaat faedah dan hikmah ASI yang banyak terkandung di dalamnya. Semoga para ibu bisa memberikan ASI eksklusif bagi para bayi dan juga anak-anaknya serta memberikan makanan pendamping ASI setelah sang bayi berumur 6 bulan ke atas dan pemberian ASI dilanjutkan sampai dengan anak berumur 2 tahun.

Saturday, October 27, 2012

Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini

Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini - Mengetahui Dan Mengenali Bakat Anak Sejak Dini Pendidikan orang tua terhadap anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Anak yang memiliki bakat tertentu, jika tidak diberikan rangsangan-rangsangan atau motivasi dari orang tua dan lingkungannya, tidak akan mampu memelihara, apalagi mengembangkan bakatnya.

Untuk memberikan motivasi kepada anak berbakat, orang tua atau pendidik perlu melakukan penelaahan agar dapat mengenali ciri-ciri, kebutuhan dan kecenderungan si anak yang relatif berbeda dengan anak biasa. Setelah hal-hal tersebut diketahui, orang tua atau pendidik akan bisa menjadi teladan yang baik bagi keluarga dan akan lebih mudah untuk menciptakan suasana yang cocok bagi perkembangan bakat si anak. Seperti yang pernah diutarakan kawan blogger Portal Kesehatan dalam salah satu artikelnya yang membicarakan mengenai mengenali bakat anak yaitu postingannya tips mengenali bakat anak agar anak bisa menggali bakat serta potensi yang dimilikinya dan juga bisa mengisi hari-harinya yang dilaluinya dengan suatu kegiatan yang berarti baginya dan tentunya disukai olehnya.

Mengetahui Mengenali Bakat Anak

Tingkat perkembangan intelektual otak anak, sejak lahir sampai usia 4 tahun mencapai 50%. Oleh karena itu, pada masa empat tahun pertama ini sering disebut juga sebagai Golden Age (Masa Keemasan), karena si anak mampu menyerap dengan cepat setiap rangsangan yang masuk. Si anak akan mampu menghafal banyak sekali informasi, seperti perbendaharaan kata, nada, bunyi-bunyian. Hingga usia 8 tahun, anak telah memiliki tingkat intelektual otak sekitar 80 %. Perkembangan intelektual otak ini relatif berhenti dan mencapai kesempurnaannya (100%) pada usia 18 tahun. Jadi setelah usia 18 tahun, intelektualitas otak tidak lagi mengalami perkembangan.

Berbicara mengenai mengenali bakat anak sedini mungkin tentunya tak akan terlepas dari peran orang tua dan juga keluarga. Peran orang tua dalam hubungannya mengenali potensi bakat anak dapat dilakukan dalam beberapa cara. Satu hal bila orangtua dapat mengenalinya lebih cepat, orangtua dapat langsung mengarahkan dan membimbing agar minat dan bakat tersebut bisa berkembang. Sebenarnya cara mengamatinya cukup mudah, yaitu orangtua harus jeli dan sabar dalam memperhatikan perkembangan anaknya.

Cara mengenali mengetahui bakat anak diantaranya yaitu :
  1. Memberikan perhatian kepada anak. Perhatian dalam hal menegenali bakat anak adalah orang tua bisa berupa dan berwujud dengan memberikan sarana, prasarana, meluangkan waktu mendampingi anak latihan, mengikutkan anak berbagai lomba dan kegiatan, dan sebagainya. Buatlah suasana yang mendukung anak untuk mewujudkan bakatnya tersebut. Sehingga nantinya bakatnya bisa berkembang dengan baik.
  2. Mengamati bakat potensi dalam Lingkup keluarga besar. Amati pola bakat yang ada di masing-masing keluarga besar, baik yang berasal dari sang ayah maupun ibu. Bakat bagaikan "berlian" yang terpendam. Karena bakat itu, orang tua memerlukan kejernihan dalam proses melihat dan juga mengobservasi diri apa potensi / bakat masing-masing dari anak-anaknya. Selain hal tersebut, melihat dan dan juga menelusuri pula generasi sebelumnya, apa potensi dan bakat mereka terdahulu, lalu rumuskan menjadi suatu rumpun bakat yang menjadi cikal bakal bakat si buah hati atau anak-anak. Sebagai suatu contoh : ayah dan ibunya memiliki potensi dan bakat di dalam bidang musik. Kecenderungan ini akan diturunkan pada anak, soal adanya perbedaan aliran atau jenis musik itu hanya perkara selera saja dan tentunya bisa untuk dikompromikan di kemudian hari nantinya.
  3. Komitmen dan konsisten. Tentunya untuk mencuatkan bakat, perlu komitmen dan kesungguhan dalam menjalaninya. Hal ini dikarenakan proses dari potensi dan minat mewujud jadi bakat itu perlu waktu dan juga latihan. Jadi harus tekun, disiplin, ulet dan tak bosan, baik anak maupun orangtuanya. Lakukan latihan secara konsisten, karena untuk teraktualisasi menjadi bakat butuh stimulasi yang tetap dan terus-menerus, membentuk habituasi (kebiasaan). Ibarat tanaman butuh diberi pupuk dan disiram serta dirawat dan diperhatikan. Sehingga dengan kita kenali bakat anak sejak dini ini maka kita dapat mengembangkan bakat minat anak seoptimal mungkin.
Menghadapi anak yang berbakat dan kreatif, orang tua atau guru perlu mencari cara perlakuan yang khusus. Keunggulan seseorang tidak lahir secara tiba-tiba. Hal itu akan muncul pada anak yang memiliki daya imajinasi yang luas dan itu berjalan seiring dengan perkembangan fisik dan usia anak. Kreativitas akan lebih jelas terlihat pada anak usia 9-12 tahun. Anak usia itu mulai mampu memahami siapa dirinya dan pandai menyikapi permasalahan di sekelilingnya. Dia akan senantiasa mencari pemecahan atas berbagai masalah yang dihadapinya.

Setelah kita mengetahui bagaimana potensi dan kemampuan intelektual otak anak, tentunya kita tinggal menyiapkan piranti lunak (soft ware)-nya berupa materi untuk mengisi sel-sel syaraf otak yang jumlahnya satu trilyun sel. Sejak dini anak harus diarahkan dan dididik agar dapat menjadi insan yang shaleh, berilmu dan bertakwa. Hal ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban orang tua terhadap Penciptanya dalam hal memberikan pendidikan agama.

Sehingga dengan kita bisa kenali bakat anak dan mengembangkan bakat anak yang telah ada maka diharapkan pertumbuhan dan perkembangannya akan bisa berjalan dengan baik dan optimal sehingga dengan kita mengenali bakat anak ini kita sebagai orang tua tinggal menggali dan mengarahkannya dengan sebaik mungkin.

Wednesday, October 24, 2012

Tanda Anemia Anak

Tanda Anemia Anak - Tanda Gejala Anemia Anak Sebagian besar bahkan keseluruhan orang tua tidak menginginkan anak-anaknya menderita sakit dan juga terkena penyakit. Termasuk jenis penyakit yang satu ini yaitu penyakit anemia pada anak.

Menurut WHO (World Health Organization) anemia pada anak bisa berdampak kepada terganggunya pertumbuhan serta perkembangan anak tersebut. Hal ini karena aktirifas yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan serta pertumbuhannya tidak terpenuhi dengan baik karena energi tubuhnya yang berkurang dan berbeda dengan anak seusianya yang tidak mendapat anemia. Anemia pada anak bisa menyebabkan daya tangkap sang anak yang berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat intelegensia anak dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya. Dan tentunya pula akan berpengaruh kepada tingkat kesehatan pada anak-anak. Demikian salah satu dari isi postingan kawan blogger yaitu Portal Kesehatan.

Salah satu yang perlu untuk diwaspadai orang tua adalah penyakit anemia anak atau kurang darah pada anak ini dari sekian banyak jenis penyakit yang bisa menimpa anak-anak kita. Untuk lebih mengerti akan anemia anak dan gejala anemia anak maka kita juga perlu mengetahui akan pengertian anemia itu sendiri. Jadi pengertian anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah yang menurun , atau kandungan hemoglobin di dalam darah lebih sedikit dibandingkan dengan normalnya. Anemia bukan suatu penyakit akan tetapi merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh suatu kondisi tertentu. Pada dasarnya, anemia bisa disebabkan karena produksi sel darah merah yang menurun, pengeluaran yang meningkat ataupun kedua-duanya. Anemia bisa terjadi pada siapapun baik pria maupun wanita, dewasa ataupun anak-anak.

Tanda Anemia Pada Anak

Menurut data dari WHO yang dikeluarkan sekitar tahun 1993-2005, prevalensi anemia pada anak usia pra sekolah ( 0-5 tahun ) adalah sebesar 47.4% sedangkan di Asia Tenggara mencapai 65.5% yaitu sekitar 115.3 juta anak menderita anemia. Hal ini merupakan angka yang cukup besar, karena jika mengacu pada data WHO, maka lebih dari setengah anak usia pra sekolah di Asia Tenggara termasuk Indonesia, terkena anemia. Maka lumayan tinggi pula kejadian dan angka anemia bayi dan anak di Indonesia ini.

Tanda gejala anak anemia sebenarnya bisa dideteksi oleh para orang tua. Bagaimana para orang tua mengenali tanda anemia pada anak itulah adalah salah satu cara untuk bisa menangani semenjak awal anemia ini dan juga memberikan pengobatan anemia itu sendiri. Tanda anemia anak bisa berupa :
  1. Anak terlihat lemah, letih, lesu. hal ini karena oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh berkurang karena media transportnya (HB) kurang sehingga tentunya yang membuat energi berkurang dan dampaknya adalah 3L, lemah letih lesu.
  2. Mata berkunang-kunang. Hampir sama prosesnya dengan yang diatas, karena darah yang membawa oksigen berkurang, aliran darah serta oksigen ke otak berkurang pula dan berdampak kepada indera penglihatan dengan pandangan mata yang berkunang-kunang.
  3. Menurunnya daya pikir, akibatnya sulit berkonsentrasi adalah merupakan salah satu dari tanda gejala anemia.
  4. Daya tahan tubuh menurun yang ditandai dengan mudahnya terserang sakit.
  5. Pada tingkat lanjut atau anemia yang berat maka anak bisa menunjukkan tanda-tanda sesak napas, detak jantung cepat, dan bengkak di tangan dan kaki.
Demikian tadi beberapa tanda-tanda anemia yang bisa kita kenali dan tentunya mencegah anemia akan semakin bagus dan baik daripada kita mengobati anemia itu sendiri. Pencegahan lebih baik daripada mengobati adalah prinsip yang patut kita jalankan terlebih dalam urusan kesehatan keluarga kita sendiri.

Wednesday, October 17, 2012

Penyebab Konstipasi Anak Bayi

Penyebab Konstipasi Anak Bayi - Penyebab Konstipasi Sembelit Anak Bayi Pada umumnya para orang tua tentunya sangat memperhatikan akan kesehatan anak-anaknya. Karena kesehatan anak adalah merupakan salah satu prioritas penting dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Termasuk segala hal yang berkaitan dengan kesehatan tentunya. Setelah kemarin membhasa sedikit mengenai penyebab anak susah makan dan juga mengenai hal manfaat memandikan bayi pada kesempatan ini Taman Berbagi akan mencoba berbagi mengenai hal penyebab konstipasi anak yang semoga juga bisa bermanfaat buat kawan-kawan semuanya.

Postingan ini adalah merupakan salah satu dari inspirasi kawan serta sahabat blogger Portal Kesehatan yang senantiasa menyuguhkan berbagai artikel kesehatan yang senantiasa dijadikan isi dari hampir keseluruhan postingannya. Blogger yang bertemakan kesehatan ini memang banyak dan salah satunya adalah portal kesehatan tersebut di atas dengan salah satu entrinya yang bertajuk akan Tips Mengatasi Konstipasi Anak.

Penyebab Konstipasi Bayi Anak

Sebagai orang tua kita perlu untuk waspada pada saat si kecil mulai sulit buang air besar / konstipasi sembelit anak. Bisa jadi itulah gejala awal konstipasi. Biasanya bila anak telah mengalami gejala awal konstipasi maka sang anak mendadak menjadi mudah rewel dan sering mengeluh kesulitan saat buang air besar. Bila hal tersebut yang terjadi maka sebagai orang tua kita perlu waspada dan berhati-hati bila menemui gejala awal tersebut. Kemungkinan anak kita mengalami apa yang disebut dengan kostipasi pada anak atau sembelit anak bayi.

Konstipasi menjadi salah satu masalah pencernaan yang rentan terjadi pada anak. Efek yang ditimbulkannya adalah ketidaknyaman dan hal tersebut bisa menyebabkan anak menangis dan rewel secara terus menerus. Bila hal ini yang terjadi, maka sebagai orang tua pun kita bisa menjadi stres dalam menghadapinya. Oleh karena itu, mengenali tanda konstipasi bayi anak sejak dini akan membantu kita mengatasi masalah konstipasi pada anak ini.

Konstipasi atau sembelit yang kita kenal adalah merupakan permasalahan yang terjadi di dalam salah satu sistem pencernaan, dimana faeses atau kotoran itu mengalami pengerasan yang tentunya ini akan berimbas kepada masalah sulit BAB (buang air besar).Itulah kurang lebih pengertian konstipasi dan apa yang dimaksud dengan konstipasi itu sendiri.

Berlanjut kepada apa yang menjadi penyebab sembelit pada anak ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sembelit konstipasi pada anak bayi ini. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab konstipasi anak yaitu :
  1. Faktor konsumsi makanan. Biasanya anak yang mengalami kontipasi ini anak tersebut kurang dalam hal mengkonsumsi makanan yang berserat. Seperti halnya buah-buahan, sayur atau sereal yang kaya akan berbagai macam serat tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan perncernaan.
  2. Kelainan sejak lahir. Adanya kelainan penyakit bawaan, seperti hirscprung yang merupakan cacat pada usus besar. Penyakit hirscprung ini dapat mengakibatkan masalah dalam hal penyerapan nutrisi makanan dan juga bisa berdampak serta menimbulkan konstipasi anak.
  3. Pemberian Obat-obatan. Pemberian obat-obatan tertentu dapat juga menimbulkan efek samping berupa sembelit. Kita para orang tua bisa melihat peringatannya pada bagian belakang kemasan obat.
  4. Kurang cairan. Bila tubuh apalagi anak kekurangan cairan / air minum, maka hal tersebut juga bisa menimbulkan konstipasi. Metabolisme anak yang tinggi memungkinkan keluarnya cairan akan lebih banyak dari tubuh. Jika bila hal ini tidak diimbangi dengan intake yang cukup dalam hal ini cairan yaitu dengan minum yang cukup maka hal tersebut dapat mengakibatkan feses menjadi keras dan akibatnya adalah konstipasi.
Tentunya orang tua setelah mengetahui apa yang bisa menyebabkan kostipasi ini maka bagi orang tua juga memerlukan tips mengatasi sembelit konstipasi anak juga agar masalah pencernaan pada anak ini bisa tertangani dengan baik sehingga nantinya kesehatan pencernaan anak bisa terjaga dengan baik pula. Selain pula kesehatan anak yang lainnya juga bisa terjaga dan terpelihara dengan baik pula.



Monday, October 15, 2012

Memandikan Bayi

Memandikan Bayi - Manfaat Memandikan Bayi Banyak aktifitas yang bisa dilakukan oleh seorang ibu baru yang belum lama memiliki bayi dan buah hati. Dari hal yang wajib seperti menyusui bayi karena begitu banyak manfaat menyusui bayi yang dapat diperoleh baik itu bagi sang ibu sendiri dan juga manfaat pemberian ASI kepada sang bayi. Termasuk dari pengalaman memandikan bayi dan juga akan manfaat memandikan bayi itu sendiri.

Inspirasi mengenai postingan artikel mengenai memandikan bayi serta juga manfaat memandikan bayi ini Taman Berbagi ini Ibnu dapatkan dari entri yang sahabat blogger satu ini yaitu Portal Kesehatan yang banyak mengulas mengenai dunia kesehatan, tips kesehatan dan juga mengenal akan berbagai macam jenis penyakit yang dalam tiap ulasannya akan sangat berarti dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan.

Manfaat Memandikan Bayi

Beragam cara bisa ditempuh bagi seorang ibu agar dalam hal mandi ini dapat menjadi acara yang menyenangkan dan juga bisa digunakan sebagai sarana serta media cara menstimulasi bayi. Sebenarnya prinsip cara memandikan bayi yang lebih besar akan lebih mudah dibandingkan dengan memandikan bayi yang mempunyai ukuran dan bobot tubuh yang lebih kecil. Hal ini karena perbedaan dalam hal fisik dan berat badan. Pada anak / bayi yang lebih besar punggungnya sudah tegak dan lehernya pun sudah mulai kuat. Sehingga bayi dapat didudukkan ketika disabuni dan juga pada saat dibilas. Hal tersebut juga berlaku untuk bayi yang berusia 6 bulan ke atas.

Manfaat memandikan bayi juga banyak. Salah satunya seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu untuk menstimulasi berbagai hal pada sang bayi. Stimulasi pada anak bisa dicoba dengan memasukkan beberapa mainan ke dalam bak mandinya si kecil pada saat mandi. Pada saat itulah biasanya si kecil akan banyak melakukan aktivitas menghentak-hentakkan kaki serta tangannya pula di dalam air. Sehingga pada waktu memandikan bayi banyak juga aktifitas yang bisa para ibu lakukan untuk memacu dan juga merangsang aktifitas anak bayi dengan hal yang lebih bemanfaat.

Hal tersebut merupakan ekspresi kegirangan si kecil. Ketika bayi anak sedang beraktifitas dan moment menghentak-hentakkan itulah secara tidak langsung akan memperkuat otot-otot pada tangan serta kakinya. Atau pun saat buah hati memencet mainan didalam bak mandinya. Hal ini pula akan memperkuat jari-jari tangannya sekaligus juga merangsang indera perabaannya dan juga indera pendengarannya bila mainannya tersenut bisa mengeluarkan bunyi. Selain itu aroma sabun yang kebanyakan beraroma buah-buahan akan juga merangsang indera penciumannya.

Beberapa macam stimulasi pada anak / bayi tatkala sedang beraktifitas memandikan. Orang tua memang harus pandai dalam melakukan berbagi cara serta tips memandikan bayi agar selain bermanfaat bagi kesehatan sang bayi, akan bermanfaat pula bagi kecerdasan dan gerak motorik sang bayi. Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua dalam melakukan berbagai macam stimulasi yang bermanfaat bagi tumbuh dan kembangnya yang bisa kita sisipkan dalam acara memandikan bayi ini. Ada pula beberapa tips cara memandikan bayi yang bisa kita lakukan kepada bayi atau anak-anak kita. Dengan kita mengetahui berbagai macam manfaat memandikan bayi ini akan membantu mendorong para ibu khususnya agar dalam cara memandikan bayi yang benar bisa diterapkan sehingga manfaatnya akan lebih banyak kita dapatkan.


Monday, October 8, 2012

Anak Susah Makan

Anak Susah Makan - Penyebab Anak Susah Makan Pada umumnya masalah makan anak semacam ini sering kali mulai ditemui pada usia anak dibawah lima tahun. Selain masalah tersebut juga ada pula masalah mengenai konstipasi pada anak. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dan sebagainya. Apalagi jika masih dalam tahap pengenalan makanan baru. Karena selain ada anak yang susah makan, anak yang gemar makan sampai timbul obesitas pada anak juga terkadang kita jumpai dalam masyarakat kita ini.

Penyebab Anak Susah Makan

Bagi sebagian keluarga yang masih memiliki anak-anak yang masih dalam usia pra sekolah ataupun sekolah dasar tentunya ada yang menemui bahwasannya anak-anaknya susah makan. Ada beberapa penyebab anak mengalami susah / sulit untuk makan. Mengapa anak susah sulit makan ? Lalu bagaimana cara mengatasi anak susah makan ?

Berikut adalah penyebab alasan anak susah sulit makan dan diantaranya yaitu :
  1. Anak memakan camilan yang banyak mengandung kalori menjelang makan. Makanan yang banyak mengandung kalori ini biasanya makanan yang manis-manis seperti : permen, minuman ringan, cokelat, snack ber-MSG. Akibat rasa manis dan kandungan yang banyak kalori tersebut maka sang anak merasa sudah kenyang sehingga pada saat makan, maka porsinya makannya pun tak akan banyak.
  2. Anak merasa bosan dalam hal menu serta penyajian makanan. Pada jaman sekarang sepertinya anak-anak semakin pintar dalam hal memilih makanan yang disukainya. Berbeda dengan kita bila pada waktu kecil, makan tidak banyak macamnya dan kita juga terbiasa memakannya. Bila sekarang banyak anak yang cepat merasa bosan dengan menu makanan yang disajikan oleh ibunya. Sehingga hal ini seyogyanya akan mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam membikin menu makanan sehingga tidak menimbulkan datangnya rasa bosan anak terhadap menu makanannya.
  3. Minum susu terlalu banyak. Dengan berubahnya jaman maka banyak pula keluarga menganggap susu sebagai makanan ataupun minuman istimewa yang bisa menggantikan makanan utama seperti halnya nasi, sayur, dan lauk pauknya. Orangtua yang berpandangan seperti ini, umumnya akan tidak sabar dalam menghadapi proses makan anak batita yang cenderung lama dan biasanya diselingi dengan bermain. Sebagai gantinya, anak akan diberikan susu yang tentunya memiliki proses lebih cepat karena hanya diminum dan dalam bentuk cairan. Padahal setelah anak berusia satu tahun, kehadiran susu formula khususnya dalam menu sehari-hari tidaklah wajib. Susu dalam hal ini hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja, sementara kalsium dan fosfor dapat ditemukan dengan mudah pada jenis ikan-ikanan, sayuran, dan buah-buahan yang tentunya lebih mudah dicerna.
  4. Adanya pengaruh kebiasaan pola orang tua. Seorang anak yang tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan keluarga yang malas makan karena diet, akan berpotensial mengembangkan perilaku malas makan juga kepada anaknya. Perilaku makan yang kurang tepat lainnya yaitu adanya kebiasaan orang tua membelikan jajanan tinggi kalori (permen, minuman ringan, cokelat) untuk menenangkan anak yang rewel. Hal ini bisa berakibat, anak merasa cepat kenyang dan pada akhirnya akan malas makan.
Demikian tadi beberapa alasan anak susah makan dan sebagai orang tua tentunya kita juga memerlukan cara mengatasi anak susah makan ini agar nantinya pertumbuhan dan juga perkembangan anak-anak kita bisa berjalan dengan baik dan juga optimal. Karena salah satu faktor penting dalam pertumbuhan perkembangan anak (tumbang anak) kita adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi yang cukup dan baik bagi anak-anak kita.

Monday, October 1, 2012

Tanda Bayi Alergi Susu

Tanda Bayi Alergi Susu - Tanda Bayi Anak Alergi Susu Sapi Susu sapi tercatat sebagai protein yang menjadi salah satu pemicu alergi pada anak. Seperti kita ketahui, protein di dalam susu sebenarnya ada dua yaitu kasein dan whey. Kasein yang jumlahnya mencapai 76 – 86% merupakan penyebab alergi terbanyak pada susu. Termasuk juga pada apa yang dialami pada bayi alergi susu sapi dan juga anak alergi susu sapi. Pada anak yang hipersensitif, protein tersebut dapat memicu terbentuknya zat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE).

Alergi adalah merupakan suatu kumpulan gejala sebagai reaksi imunologi tubuh terhadap suatu zat, baik itu berupa makanan atau pun sesuatu dari lingkungan. Zat yang dapat memicu alergi ini disebut dengan alergen. Itu adalah kurang lebih dari pengertian alergi sahabat. Alergi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Bila kedua orang tua, atau salah satu orang tua menderita alergi, maka sang anak pun beresiko untuk mengalami hal yang serupa. Banyak juga penyebab anak alergi susu sapi.

Tanda Bayi Anak Alergi Susu Sapi

Alergi susu dalam hal ini anak alergi susu sapi dapat terjadi dikarenakan ketika sistem kekebalan tubuh pada bayi / anak melakukan penilaian yang salah kepada zat-zat yang terkandung dalam susu sapi sehingga menyangka bahwa susu sapi tersebut dapat membahayakan tubuh maka sistem kekebalan tubuh akan melakukan serangkaian aksi dalam melawannya dan biasanya tanda yang kita dapatkan adalah reaksi alergi dan diekspresikan bayi anak akan sering rewel, dan juga gelisah disertai gejala umum alergi lainnya. Bila bayi alergi susu sapi tanda di atas akan terlihat.

Antibodi inilah yang menyebabkan pelepasan histamin, atau yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh. Saat anak mengkonsumsi susu sapi, tubuhnya akan terbentuk antibodi. Semakin lama ia mengkonsumsi, semakin tinggi antibodinya. Ketika sudah melewati ambang batas antibodi, maka muncullah alergi.

Gejala tanda alergi susu sapi sangat beragam. Diantaranya tanda alergi susu sapi adalah kulit menjadi kemerahan, gatal, bengkak, dan eksim. Alergi juga dapat mengganggu saluran pencernaan yang hal ini akan mengakibatkan mual, muntah,
diare, dan juga sakit perut. Sementara pada saluran pernafasan, raksi alergi dimanifestasikan berupa tanda batuk pilek berulang, sesak nafas dan juga asma.

Ada beberapa hal yang meningkatkan resiko alergi susu. Faktor resiko anak alergi susu sapi diantaranya adalah :
  1. Riwayat Keluarga. Bila ada keluarga yang menderita alergi terhadao makanan tertentu, maka anak resikonya lebih besar akan terkena alergi susu daripada pada anak yang tidak mempunyai alergi makanan tertentu.
  2. Riwayat Mempunyai Alergi Lainnya. Bila anak mempunyai alergi terhadap susu sapi, biasanya anak akan lebih mudah terkena alergi terhadap lainnya.
  3. Faktor Umur. Alergi susu sapi ini biasanya seringkali menimpa bayi atau anak. Dengan bertambah umurnya maka pencernaan sang anak bertambah baik dan akan semakin kebal dengan hal alergi susu sapi ini.
Dan banyak pula cara atau pun alternatif bila bayi anak mengalami alergi susu sapi ini salah satunya adalah dengan memberikan susu kedelai.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites