This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Monday, October 22, 2012

Tips Mencari Jodoh dan Ciri-Ciri Calon Istri Yang Baik

Mencari pasangan hidup memang sulit tapi mudah, loh kok? Sulit karena terkadang kita perlu calon pasangan yang benar-benar cocok untuk kita. Setiap laki-laki pasti menginginkan calon istri yang cantik, salehah dan mampu menjaga kehormatan keluarga kelak. Saat kita menemukan calon istri yang diinginkan tak sedikit pula yang kecewa ternyata pada awalnya wanita tersebut pada awalnya baik, namun lama-lama ketahuan belangnya.a
Dalam Islam sudah ada tuntunan buat Anda laki-laki, bagaimana cara mencari  atau apa yang kita utamakan dan pertimbangkan terlebih dulu sebelum meminang seorang wanita untuk dijadikan Istri, yaitu lihat agamanya dulu, kecantikannya, hartanya dan keturunannya.
Saya yakin Anda sudah tahu mengenai hal di atas, dan saya tidak akan membahas hal di atas karena Anda pasti sudah tahu. Disini saya akan sedikit memberikan gambaran praktis yang mungkin bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari kita. Tentunya menurut pandangan pribadi saya.
tips mencari jodoh, wanita solehah, calon istri yang baik, bagaimana akhlak seorang gadis untuk dijadikan istri?

Bagaimana Ciri-ciri wanita calon istri yang baik untuk dinikahi?

Berikut beberapa ciri gadis yang baik untuk dijadikan istri (versi saya yaa)


1. Wanita yang rajin bangun pagi hari.
Anda tentu sering mendengar pameo "awas jangan keduluan ayam bangunnya, nanti keduluan ayam dapat rejekinya" Memang kita bukan ayam, tapi yang harus kita ikuti adalah falsafah hidup ayam tersebut. Kita lihat bagaimana ayam-ayam berkokok di pagi hari sebelum matahari terbit mereka sudah mencari rizki.
Seorang muslim tentu punya kewajiban shalat shubuh. Nah, jika seorang perempuan bangun paginya "melandau" alias "ngelindur" alias selalu kesiangan, bisa jadi dia tidak shalat. Oke, mungkin kita bisa berkelit, ah kebiasaan khan bisa diubah, Betul, namun betapa sulitnya mengubah kebiasaan jika itu sudah mendarah daging dan menahun.
Sudah menjadi tradisi, jika istri adalah "pelayan" suami dan keluarga. Saat suami akan berangkat kerja dan anak-anaknya akan berangkat sekolah siapa yang menyiapkan sarapan dan baju seragam sekolah anaknya? Tentu Istri bukan? Nah jika seorang wanita calon istri atau pacar Anda hobinya suka bangun pagi kesiangan, sebaiknya anda perlu berfikir ulang untuk menjadikan dia istri Anda, karena dia bukan calon istri yang bukan seorang wanita idaman, karena tidak bisa berperilaku sesuai fitrahnya. 
2. Wanita yang tetap bangun pagi walaupun di hari Minggu dan libur .

Seorang wanita biasanya memiliki hobby memelihara bunga. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di hari libur, termasuk bersih-bersih rumah. Tentu saja perlu dilakukan di pagi hari dan sebisa mungkin bersama suami mengerjakannya.

3. Carilah Wanita yang matanya tidak jelalatan dan tidak membuka aurat di tempat umum?

Menjaga pandangan adalah salah satu bentuk upaya menghindari fitnah, menjaga kewibawaan, dan dari situlah karakter seorang wanita bisa diketahui. Bagaimana bisa menjaga kesetiaan jika seorang perempuan punya tingkah laku mata yang suka jelalatan? Anda bisa menjawabnya sendiri. 
Suatu waktu, Anda mungkin pernah ke pasar. Di pasar tentu tidak hanya ada perempuan, banyak juga laki-laki, seperti tukang ojek, penjual ikan, tukang parkir dan preman pasar, hehehe. Miris juga terkadang melihat perempuan-perempuan yang dengan cueknya memamerkan auratnya (terutama bagian-bagian sensitif), biar dibilang modis kali yee...??? Bagaimana mungkin aurat yang seharusnya ditutupi dan sebuah bentuk kehormatan wanita diumbar begitu saja. Ya, ini sebenarnya sederhana, sebagai laki-laki, maukah istri / pacar Anda auratnya dipelototin laki-laki lain?

Karena wanita di pasar tradisional ini, adalah calon-calon istri yang telaten. Telaten memasak sendiri bukan instan. Dan wanita-wanita di pasar tradisional bisa membedakan mana merica, mana ketumbar mana pala dan mana kapulaga, lantas mana kunyit atau empu kunyit. Hehehe....

4. Wanita yang mampu menjaga lisannya dari perkataan kotor.

Anda tentu pernah mendengar seorang Ibu yang berkata "Bodoh Kamu" kepada anaknya hanya karena kesalahan atau kenakalan yang memang suatu kewajaran bagi anak-anak. Bagaimana mungkin seorang ibu yang melahirkan mengatakan sesuatu yang tidak pantas kepada darah dagingnya sendiri? Ingat, ucapan seorang Ibu juga sebuah Do'a. Lihat sekeliling, seorang ibu yang terbiasa mengucapkan kata-kata kasar kepada Anaknya, misalnya Bodoh tadi, sebagian besar anaknya memang bodoh dan akan menjadi bodoh. Bukan itu saja, hal ini berdampak kepada si anak dalam pergaulan, betapa mudah mereka mengatakan kata-kata kotor tadi kepada temannya. Bukan tidak mungkin perilaku kasar juga menjadi wataknya.

Nah, Anda bisa mengantisipasinya sebelum menentukan calon istri. Dalam penjajakan misalnya pacaran bisa diketahui dari bagaimana ucapannya, mampukah dia mengontrol emosi untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak pantas. 

Sekarang ini media jejaring sosial begitu merebak, tidak sedikit yang mendapatkan kenalan bahkan sampai ke tahap pernikahan gara-gara facebook atau twitter. Dari sini kita bisa melihat sedikit karakter wanita idaman Anda (jika dia punya facebook looh). Baik yang suka mengeluh, memaki, halaman apa yang disukainya.

Demikian tadi tips dalam menentukan ciri-ciri wanita yang baik dan pantas untuk dijadikan istri. Saya tidak membahas agama, (saya bukan ahli agama) namun disini saya lihat dari aspek keseharian, karena inilah yang mudah kita ketahui.

Buat perempuan (termasuk yang non muslim) yang membaca artikel ini, maaf jika anda tidak termasuk salah satunya atau bahkan tidak termasuk semuanya. Bagaimanapun ini adalah pendapat pribadi namun buat Anda laki-laki tidak salah kiranya mempertimbangkan hal-hal di atas. 
Bagaimana jika Si perempuan tadi sudah menjadi Istri? Manusia tidak ada yang sempurna dan banyak memiliki kekurangan, tapi sudah menjadi keharusan untuk menjadi yang lebih baik. Jika Istri punya kekurangan di atas, bersabarlah sambil terus berusaha dan berdoa agar Istri mau berubah dan menyadari kekhilafan, termasuk kita Suami juga harus bisa mengerti keadaan Istri. Prinsipnya "Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik-baik" Sudah baikkah kita sebagai seorang lelaki?

Selamat mencari istri ...hehehe







Monday, October 8, 2012

Mengikis Sikap Emosional dalam Perkawinan

Sikap emosional adalah hal yang kudrati bagi manusia. Setiap manusia memiliki emosi selama hayat masih dikandung badan. Untuk menciptakan langkah tepat, ada baiknya dengan melihat lebih dulu penyebab munculnya sikap emosional pada diri seseorang.

Pertama, sikap emosional muncul karena pengaruh orang sekitar yang juga bersikap emosional. Mislanya anak yang orangtuanya sering bersikap emosional akan cenderung untuk meniru. Tanpa disadari biasanya sikap seperti ini akan terbawa oleh si anak, dilingkungan kantor, sekolah, dan sebagianya. Karena itu tak heran kalau faktor keturunan kadang dijadikan rujukan dalam memahami kepribadian seseorang, ibarat pepatah "buah apel tak akan jauh jatuhnya dari pohonnya".

Kedua, adanya pengalaman buruk yang dialaminya. Misalanya gagal mencapai tujuan atau cita-cita atau melakukan kesalahan yang cukup merugikan. Latar belakang ini kerap menjadi pemicu munculnya sikap emosional dadakan, bila ada hal-hal yang menggangu.

Ketiga, ada pertentangan atau konflik lahir dan batin. Konflik lahiriah berkaitan dengan dengan orang lain yang dianggapnya tidak cocok atau tidak sesuai dengan keinginannya. Sedangkan konflik batin muncul akibat kekecewaan pada diri sendiri, misalnya nasib jelek yang menimpa diri sendiri.

Keempat, kurang pergaulan membuat orang cenderung mudah emosional. Orang yang kurang bersosialisasi mudah tersinggung dan salah paham dalam menangkap maksud seseorang. Kerana kurang bergaul, wawasan menjadi sempit, padahal hidup itu dinamis dan terus berkembang.

Kelima, adanya kelainan kepribadian, misalnya sejak kecil mengidap penyakit mental sehingga sulit membedakan dan berfikir logis dan rasional, bila dianggap tegas salah tanggap dan menganggapnya sebuah kekerasan atau membentak.

Cara mengurangi sikap emosional

1. Belajar mandiri dan buka wawasan
Yang dimaksud disini adalah cobalah menarik diri dari lingkungan keluarga yang memang cenderung memiliki karakter emosional, misalnya dengan berbaur dan mencari lebih banyak teman di luar rumah. Selain itu perlu juga perluas wawasan dengan membaca buku

2. Menerima kenyataan yang ada
artinya, apapun yang terjadi dengan kehidupan terutama bila hal-hal buruk terjadi pada diri, cobalah menerima kenyataan tersebut dan anggaplah itu sebuah ujian kemudian mengambil hikmah dan manfaat dari suatu peristiwa buruk tersebut. Yang pasti kita perlu bersikap optimis dan selalu berfikir positif. Menutup diri dan berprasangka buruk hanya memperburuk situasi.

3. Belajar Kompromi

Bila kenyataan yang ada bahwa di hadapan Anda sekarang adalah lingkungan yang tidak menyenangkan, kenapa tidak mencoba untuk menerima kemudian berusaha memperbaikinya. Bila terjadi perselisihan dengan anggota keluarga, misalnya antara suami atau istri, atasi dengan serius dan langkah yang rasional yaitu dengan mencari titik temu penyebab munculnya pertentangan tadi.

4. Meminta saran dari orang terdekat.

Memang sulit jika suatu permasalahan keluarga kita utarakan kepada orang lain, namun demi kebaikan tentu saja ini perlu dilakukan. Cobalah untuk mencurahkan segala permasalahan kepada orang terdekat, misalnya sahabat dan tentu saja yang mudah dipercaya. Bisa saja dengan begini mereka mau memberikan pencerahan dan solusinya.

5. Minta bantuan Psikiater

Bila sikap emosional cenderung berlebihan tanpa diketahui sebab yang jelas, ada baiknya melibatkan pihak ketiga yang ahli dibidangnya, misalnya seorang psikiater. Bagi pasangan yang akan menikah, akan lebih baik bila bila masing-masing diri mengintrospeksi diri siapa yang cenderung bersikap emosional. Upaya ini untuk merupakan langkah untuk mengetahui siapa yang harus meredam diri jika suatu saat terjadi perselisihan.

Untuk mewujudkan hal ini memang bukan hal yang mudah, namun jika dilandasi semangat dan kesadaran diri, niscaya semua akan mudah dilaksanakan. Yang terpenting adalah kerendahan hati masing-masing untuk introspeksi diri.







Friday, September 28, 2012

Tips menjaga dan membina hubungan baik

Membina hubungan yang baik antar sesama manusia, baik tetangga, keluarga maupun masyarakatentu sekitar merupakan hal yang wajib dan penying dilakuakan semua insan. Hal ini tidak terlepas status kita sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. 


berikut beberapa tips bagaimana membina suatu hubungan yang berlaku umum dalam kehidupan sehari-hari:

1. Belajar Menghargai

Pada dasarnya setiap orang ingin dihargai, tak peduli oarng berpangkat, kaya atau miskin, seagama atau tidak seagama, sesuku atau tidak sesuku, semuanya ingin dihargai dihargai secara proporsional dan manusiawi. Namun sayangnya, banyak juga diantara kita kurang menghargai hanya karena perbedaan-perbedaan tersebut. Padahal emnghargai orang lain bukannya memberi sesuatu barang ataupun hadiah yang memiliki nilai tertentu Satu hal cara menghargai orang lain ialah dengan menghargai dan menghormati pendapat orang lain. Nah jika pendapat kita ingin dihargai, tentu saja kita kita harus menghargai pendapat orang lain tersebut.

2. Belajar Menghormati

Setiap orang selalu ingin dihormati, karena itu janganlah kita menghormati orang lain hanya karena pangkat, jabatan atau kekayaan semata. Hormati lah orang jika orang tersebut melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Perlu juga menghormati orang yang lebih maju dari kita.

3. Suka Menolong

Menolong merupakan perbuatan yang mulia, terlebih jika yang ditolong sedang kesulitan atau memang sangat membutuhkan bantuan. Membantu seseorang tidak harus dinilai dengan materi, bisa dengan tenaga, ide, gagasan dan bisa kita bantu dengan memberikan dorongan moril di saat teman sedang bersedih misalnya. Hal yang perlu diingat tentu saja kita jangan pernah berharap meminta pamrih atau balasan.

4. Memberikan Pujian

Saat kita melihat teman yang menunjukkan prestasi yang membanggakan tidak ada salahnya kita memberikan pujian dengan keikhlasan. Pujian harus sesuai dengan keadaanya, tanpa dibuat-buat, jangan seolah-olah kita memberikan pujian karena ada maunya alias ada apa-apanya. berikan pujian walau hanya dengan ucapan "Selamat ya, kamu berhasil" itu sudah merupakan cara paling mudah dalam memberikan pujian kepada orang lain.

5. Memberikan motivasi

Perjalanan hidup seseorang tidak selamanya berjalan mulus, ada kalanya seseorang mengalami musibah, putus asa atau patah semangat. Nah disinilah peran kita dalam memberikan motivasi. Memotivasi seseorang tujuannya agar rasa percaya dirinya kembali tumbuh.

6. Mengerti Keadaan

Sikap mau mengerti keadaan orang lain pada dasarnya sikap terpuji. sebab kesadaran seperti ini harus ditumbuhkan dari hati nurani. artinya kita harus menghindari sikap acuh tak acuh dan memandang seseorang tanpa pandang bulu.

Monday, July 30, 2012

Bagaimana cara mengatasi bau mulut secara alami?



Bau mulut atau nafas yang tidak sedap, bagi kebanyakan orang merupakan suatu hal yam membuat malu. Tingginya kepercayaan diri akan luntur, jika penyakit yang satu ini hinggap pada diri kita. Percuma jika baju udah rapi, rambut potongan parlente, parfum kelas dunia, jika nafas tak sedap melanda? Semua seolah-olah hancur. Ingin memulai percakapan dengan seseorang jadi mesti hati-hati. Apalagi kalo udah ketemu gebetan, bisa gagal dah kencan indahnya.

tips menghilangkan mengobati mencegah dan mengatasi bau mulut secara alami

Penyebab munculnya bau mulut


1. Bau mulut muncul karena faktor kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut itu sendiri.

Gigi dan mulut yang kurang bersih faktor pemicu pertama timbulnya nafas tak sedap. Bakteri dan mikroorganisme yang bersembunyi di bawah lidah dan diantara sela-sela gigi akan menimbulkan racun dan bau yang tak sedap. Sariawan maupun gusi yang bengkak juga berpengaruh terhadap aroma nafas kita. Aroma napas tak sedap yang muncul akan lebih menyengat pada mereka yang memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, plak gigi, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis

Amandel, Tonsil atau amandel juga menyebabkan munculnya bau mulut. Crypst atau lubang di dalam amandel, jadi tempat menempel sisa-sisa bekas makanan dan sehingga menjadi tempat bersarangnya bakteri


2. Faktor Asal makanan maupun minuman yang dikonsumsi

Sudah bukan rahasia lagi, bawang putih, durian dan jengkol penyebab bau mulut tak sedap, meski kita sudah menyikat gigi. Hindari kopi dan merokok juga. 


3. Bau mulut karena gangguan organ tubuh dan penyakit tertentu

Diet rendah karbohidrat juga menyebabkan ketosis, pembakar lemak di tubuh yang menyebabkan bau naga.
Bau mulut juga bisa jadi pertanda adanya penyakit seperti infeksi saluran napas, infeksi sinus kronis, diabetes, gangguan ginjal, lever, dan asam refluks kronis.
Mulut kering atau xerostomia juga dapat menyebabkan bau mulut. Ludah diperlukan untuk melembabkan dan menetralkan asam yang diproduksi plak, juga mencuci sel-sel yang mati yang terkumpul di lidah, gusi, dan dagu. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel ini akan menyebabkan bau mulut. Mulut kering bisa jadi disebabkan oleh pengobatan tertentu, masalah pada kelenjar ludah atau pengobatan saluran napas yang dilakukan lewat mulut.

Nah, hubungannya dengan orang yang sedang berpuasa bagaimana? Ya jelas Bau mulut pada orang yang sedang  berpuasa muncul karena berkurangnya produksi air liur dan kebersihan rongga mulut yang tidak terawat dengan baik. Mekanisme air liur mencegah timbulnya bau mulut dengan menyapu sisa-sisa makanan dan juga bakteri yang ada dalam rongga mulut sehingga dengan sendirinya menjaga kebersihan rongga mulut. Kondisi keringnya air liur ini menyebabkan populasi bakteri yang bersarang di rongga mulut meningkat pada saat berpuasa.

tips mengatasi mencegah menghindari bau mulut tak sedap saat berpuasa

Cara Mengatasi Bau Mulut Secara Alami

Dari berbagai penyebab bau mulut di atas, tentu paling tidak ada beberapa usaha yang perlu kita lakukan, tentu saja setelah kita tahu dan introspeksi diri apa saja penyebabnya. 

Satu prinsip utama untuk mencegah menculnya bau mulut tentu saja adalah menjaga kebersihan Mulut itu sendiri. Kebersihan mulut bisa dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur, namun... menyikat gigi saja tidaklah cukup. Perlu tambahan antibakteri semacam obat kumur. Ada yang mengatakan perlu juga menyikat lidah untuk membersihkannya, ini ada benarnya karena permukaan lidah terdiri dari papila-papila (rongga-rongga) yang menjadi tempat menempelnya serpihan-serpihan kecil sisa makanan. Kondisi ini menyebabkan lidah menjadi tempat yang potensial untuk perkembangan bakteri-bakteri penyebab bau mulut

Hindari makanan yang dapat menimbulkan bau mulut. 
Jangan konsumsi makanan yang berpotensi meninggalkan aroma menyengat seperti bawang, petai, jengkol dan durian. Hindari pula rokok dan alkohol karena berpengaruh dan mengurangi produksi air liur.
Sebaliknya konsumsi pula makanan yang berserat dan mengandung banyak air, seperti sayur-sayuran seledri dan mentimun dan buah-buahan seperti apel, bengkoang, wortel dan yang banyak mengandung vitamin C. 
Keju banyak mengandung banyak fosfat yang dapat membantu memperbanyak produksi air liur. 
Tentu saja yang paling penting adalah banyak minum air putih, agar cairan tubuh dapat terjaga selama berpuasa.

Jika anda sedang tidak berpuasa bisa mengkonsumsi permen karet. Bau mulut akan berkurang jika air liur lancar, dengan mengunyah permen karet, aiur liur akan lancar. Pilihlah permen karet yang mengandung gula alami seperti Xylitol dan sorbitol.

Nah demikian beberapa tips cara menghilangkan bau mulut saat berpuasa. Pada dasarnya bau mulut pada orang yang berpuasa, mau tidak mau pasti akan terjadi pada setiap orang berpuasa tersebut, namun setidaknya kita bisa menguranginya dengan upaya-upaya tadi. Selamat Berpuasa Ramadhan.






Wednesday, April 4, 2012

Peranan Orangtua Dalam Mengembangkan Kemandirian Anak

Jika kita mendengar kata anak mandiri, yang terbayang adalah anak yang bisa mandi sendiri, makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, mengerjakan PR sendiri, berpakaian sendiri, dan sebagainya. Indah, bukan? Pokoknya, semua bisa dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Sayang tidak semua keinginan bisa terwujud. Banyak, jika kita jeli mengamati anak-anak dan remaja masa kini, yang belum mandiri dan masih banyak bergantung pada orang tua, guru, atau teman untuk beragam kebutuhan. Memprihatinkan, bukan? Yang jelas, pola perilaku mandiri atau tidak mandiri akan menjadi dasar pembentukan perilaku di masa datang dimana kelak saat mereka dewasa dituntut untuk membuat keputusan untuk hidup mereka. 

Mari kita telusuri apa yang dimaksud dengan kemandirian, dan bagaimana kita, orang tua, guru, dan masyarakat ikut membantu anak-anak kita untuk mandiri.
cara membuat agar anak mandiri, anak rajin mau disuruh dan penurut,
Agar anak mandiri

Apa yang dimaksud dengan mandiri? Kata ini sering kita dengar, ucapkan, pikirkan dan rasakan. Kemandirian berarti kemampuan seseorang untuk melakukan, memikirkan dan merasakan sesuatu, untuk mengatasi masalah, bersaing, mengerjakan tugas, dan mengambil keputusan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, serta tidak bergantung pada bantuan orang lain. Kemandirian merupakan aspek yang berkembang dalam diri setiap orang, yang bentuknya sangat beragam, pada tiap orang yang berbeda, tergantung pada proses perkembangan dan proses belajar yang dialami masing-masing orang. Karena itu kemandirian mengandung pengertian,
• memiliki suatu penghayatan/semangat untuk menjadi lebih baik dan percaya diri,
• mengelola pikiran untuk menelaah masalah dan mengambil keputusan untuk bertindak,
• disiplin dan tanggung jawab
• tidak bergantung pada orang lain.

Pengertian ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Havighurst (1972), yang menyatakan bahwa kemandirian memiliki beberapa aspek, yaitu:
  1. Aspek Intelektual, yang merujuk pada kemampuan berpikir, menalar, memahami beragam kondisi, situasi, dan gejala-gejala masalah sebagai dasar usaha mengatasi masalah.
  2. Aspek Sosial, berkenaan dengan kemampuan untuk berani secara aktif membina relasi sosial, namun tidak tergantung pada kehadiran orang lain di sekitarnya.
  3. Aspek Emosi, menunjukkan kemampuan individu untuk mengelola serta mengendalikan emosi dan reaksinya, dengan tidak tergantung secara emosi pada orang tua.
  4. Aspek Ekonomi, menujukkan kemandirian dalam hal mengatur ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan ekonomi, dan tidak lagi tergantung pada orang tua.

Anak tumbuh dan berkembang sepanjang hidup mereka. Tingkat ketergantungan berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan perkembangan aspek-aspek kepribadian dalam diri mereka. Kemandirian pun menjadi sangat berbeda pada rentang usia tertentu. Kemandirian sangat tergantung pada proses kematangan dan proses belajar anak. Anak tumbuh dan berkembang dalam lingkup sosial. Lingkup sosial awal yang meletakkan dasar perkembangan pribadi anak adalah keluarga. Dengan demikian orang tua memiliki porsi terbesar untuk membawa anak mengenal kekuatan dan kelemahan diri untuk berkembang, termasuk perkembangan kemandiriannya.

Sejauh mana peran orang tua terhadap kemandirian anak? Syarat mutlak yang harus dilakukan orang tua adalah pengenalan diri dan pengenalan anak. Tanpa kedua hal tersebut, peluang terwujudnya kemandirian yang diinginkan dalam diri anak sangat kecil. Membicarakan usaha mengembangkan kemandirian anak harus diorientasikan pada peningkatan kemampuan anak dalam hal intelektual, sosial, emosi dan ekonomi. Mereka mandiri berdasar kekuatan pribadi, berdasarkan kebutuhan diri sendiri untuk bisa tidak tergantung pada orang lain, bukan berdasar kemauan dan keinginan orang tua.

Banyak orang tua mengeluh karena anak tidak mandiri. Semua serba tergantung pada orang tua, tidak mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka lewat kesadaran pribadi, tidak bisa mengatur waktu, dan masih banyak lagi. Orang tua jadi 'panik' dan memberi jalan keluar yang mau tidak mau harus dituruti oleh anak.

Kadang-kadang proses perkembangan kemandirian menjadi tidak optimal karena peran orang tua yang 'berlebihan' dalam memberikan perhatian dan sekaligus memberi 'jalan' bagaimana anak harus melakukan sesuatu. Hal ini tidak menjadi masalah saat usia kanak-kanak (TK, SD), namun akan menjadi masalah saat ia beranjak remaja karena lahan hidupnya makin luas, makin kompleks, dan penuh persaingan. Orang tua tidak dapat lagi memonitor secara penuh aktivitas mereka.

Pengaturan yang berlebihan akan membuat remaja tidak 'siap tempur' ('fight') untuk eksplorasi lingkungan dan menyelesaikan berbagai dilema hidup mereka. Mereka akan tergantung pada orang tua dalam banyak hal. Kondisi ini mencerminkan rasa tidak aman dan nyaman untuk melakukan beragam hal dalam hidup mereka. Lalu, bagaimana? Kenalilah diri anda sebagai orang tua:

  • Bagaiman kebiasaan saya berpikir, merasakan dan melakukan sesuatu? Benarkah sudah diorientasikan pada anak, atau masih didasari oleh kebutuhan-kebutuhan pribadi dan membawa pola-pola pendidikan yang lama?o Sejauh mana saya mengenal karakteristik pribadi anak saya, mengajak mereka berbicara untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan, serta mengetahui kelemahan dan keunggulannya?
  • Sejauh mana saya sebagai orang tua, memberikan kesempatann pada anak untuk melakukan hal positif yang disukainya, yang bermanfaat bagi hidupnya di masa datang?
  • Sejauh mana saya mendukung keputusan yang mereka ambil?
  • Apakah saya punya waktu dan hati untuk mereka?


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites