Sunday, December 16, 2012

Resiko obesitas, berat badan dan lemak berlebih

Laki-laki, bertubuh normal dan memiliki berat badan yang sama dengan berat tubuhnya sewaktu berusia 25 tahun (22 tahun untuk wanita), maka berat tubuh pria itu adalah ideal.  Sedangkan berat tambahan di atas itu adalah berarti lemak dan sedikit otot.  Dari berbagai penelitian terbukti,  bahwa  banyaknya timbunan lemak dalam tubuh dapat mendatangkan lebih banyak masalah kesehatan.  Menurunkan berat badan kembali ke ukuran standar dapat memberikan beberapa manfaat.

bahaya terlalu gemukMetropolitan Life Insurance Company menemukan bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki kecenderungan lebih untuk sakit dan meninggal karena penyakit tertentu, seperti yang tertera pada tabel di bawah tentang hubungan antara penyakit dan angka kematian pada orang overweight.



Mereka yang terlalu gemuk, memiliki peluang tiga kali lebih banyak untuk mengidap penyakit diabetes melitus/kencing manis daripada yang normal.  Kelebihan lemak dalam tubuh juga menambah beban kerja jantung.  Mengapa? Untuk "menghidupi" setiap kilogram lemak, jantung mesti memompa darah melalui sekitar 600 km pembuluh darah tambahan yang ada di dalam lemak tersebut. Bayangkan jika lemak dalam tubuh kita menumpuk.

Tabel Hubungan antara Overweight dengan Angka kematian


Jenis KelaminOverweight (%)Angka Kematian di atas rata-rata
Pria1013
Wanita109
Pria1025
Wanita2021
Pria3042
Wanita3030



Jenis PenyakitAngka Kematian di atas rata-rata
PriaWanita
Penyakit jantung4351
Pendarahan otak5329
Diabetes13383
Penyakit saluran pencernaan6839
Kanker1613




Lemak berlebih juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, penyakit lever, rematik, dan sebagainya.  Lemak juga dapat menaikkan risiko anestesia (obat bius) sewaktu menjalani operasi.  Pernapasan pun akan dibebani oleh lemak ekstra tersebut.

Penelitian menunjukkan beberapa manfaat yang diperoleh dari menurunkan berat tubuh ke ukuran ideal, antara lain:

  • Meningkatkan kemungkinan pasien operasi jantung untuk bertahan hidup setelah operasi.

  • Menghindari kemandulan yang disebabkan oleh skrotum (buah zakar) yang “kepanasan” akibat tebalnya lemak pembungkusnya.

  • Menurunkan tingkat resiko penyakit-penyakit tulang dan sendi, oleh karena akan mengurangi tekanan pada bagian yang rusak lalu memudahkan pergerakan.

  • Mengurangi keringat berlebihan yang disebabkan oleh tertahannya kalori dalam tubuh oleh lapisan lemak.

  • Meningkatkan rasa percaya diri karena memiliki penampilan tubuh yang lebih baik.

Jadi, memang benar bahwa tubuh yang gemuk belum tentu berarti lebih sehat. 



0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites